Bagi Rasa

Seru dan Bahagianya Diutus

—Maria Theofilla, SND—

Pertengahan tahun 2018, saya menerima surat perutusan dari pembesar kami untuk menjadi guru di Taman Kanak-kanak (TK) Notre Dame di Oeleta, Kupang. Rasanya bahagia sekali mendapatkan perutusan ini. Impian saya memang diutus berkarya di daerah terpencil.

OELETA, menurut cerita yang saya dengar dari teman-teman suster yang pernah berkarya di sana, merupakan daerah terpencil di Kupang. Di situ sarana dan prasarana umum masih minim. Secara geografis daerah ini dikategorikan sebagai daerah pinggiran. Belum maju, demikian predikat yang melekat untuk Oeleta. Maka, jangan dibandingkan (bahkan) dengan kota-kota kecil di Pulau Jawa.

Namun demikian, saya justru bahagia mendapatkan perutusan untuk pergi dan berkarya di sana. Saya bahagia karena impian saya selagi masih dalam masa formasi di SND adalah untuk diutus ke daerah terpencil. Sayang sekali, impian ini belum juga kesampaian. Sampai tiba saatnya, pada tahun persiapan Yubileum Perak Membiara sebagai suster SND (Suster Notre Dame), saya diutus ke Timor, yang menurut cerita daerahnya kering kerontang, berbatu karang, dan berbatu-batu hitam besar. Tanahnya berbukit dan tebingnya pun berbatu-batu, dengan curah hujan sangat minim. Soal suhu udara, pada siang hari bisa mencapai 400 C. Akan tetapi, justru di situlah serunya. Saya pun siap berangkat ke Kupang.

Namun demikian, daerah yang terpencil, minimnya sarana dan prasarana, tanah yang berbatu-batu, suhu yang panas dan kering, ternyata hanya satu sisi narasi mengenai Oeleta. Narasi yang belum saya dengar sebelumnya adalah bahwa daerah Oeleta ternyata merupakan daerah yang strategis untuk pengembangan Kota Kupang. Oeleta merupakan daerah yang diminati karena banyaknya lahan kosong. Lahan-lahan ini kemudian dikembangkan oleh para developer lokal untuk menyediakan perumahan kecil dan sederhana bagi keluarga muda. Di Oeleta tidak hanya ada tanah dan bukit-bukit batu. Di situ juga berdiri Pabrik Semen Kupang yang memiliki dampak nyata pada pencemaran udara. Asap pabrik dari cerobong dibiarkan terbang bebas ke udara.

Komunitas Apostolik

Menurut Konstitusi SND, kongregasi kami merupakan komunitas apostolik yang berkomitmen kepada perutusan. Kami berhasrat untuk membaktikan diri di dunia pendidikan dalam segala bentuknya, selain juga katekese dan karya-karya pelayanan lainnya. Digerakkan oleh semangat misioner, kami menanggapi kebutuhan zaman dan membagikan belas kasih Allah kepada sesama, pemeluk berbagai iman kepercayaan dan kebudayaan, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan (Konstitusi SND, nomor 3 alinea 2).

Sebagaimana gerak turun dari penjelmaan (inkarnasi) Sang Sabda yang tinggal dan hadir dalam realitas pergumulan hidup manusia, kami ingin kehadiran kami juga menjelmakan kasih Allah, yaitu Allah Bapa yang Mahabaik yang menyelenggarakan dan memelihara. Komunitas kami berupaya menghayati spiritualitas inkarnatoris, sebagaimana dikatakan dalam Injil Yohanes, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yoh. 1:14). Kesaksian Yohanes ini menggerakan kami untuk berkomitmen menjelmakan Sabda dalam karya kerasulan pendidikan kami, dalam hal ini misi di Timor, lebih tepatnya di Oeleta.

Dalam terang Sang Guru, kami tergerak hati untuk hadir, menjumpai, serta tinggal di antara mereka yang kami layani: anak-anak, orang-orang muda, dan keluarga-keluarga. Melalui kehadiran, perjumpaan, dan kebersamaan dengan mereka, kami tidak hanya memberi apa yang kami punya, tetapi juga mencecap nilainilai dan kearifan hidup umat setempat. Di situ, kami menyelaraskannya dengan nilai-nilai yang sudah kami hidupi sebagai komunitas religius. Tujuannya adalah agar dapat berjalan bersama dalam upaya memperbaiki kualitas hidup. Kualitas hidup itu mencakup pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. Dari perjumpaan ini, kami mendapati bahwa solidaritas, tanggung jawab, sikap saling percaya, keterbukaan, kejujuran, keadilan, kedamaian, pengorbanan, kesetiaan, cinta kasih, kesederhanaan, dan kerja sama merupakan nilai-nilai bersama yang ingin kami pelihara dan hidupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *