Seni dan Religiositas

Menyingkap Makna Lukisan Hungertuch

Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ

 

Ada berbagai macam cara penyampaian makna. Seorang penyair merangkai kata sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan kepada pembacanya. Seorang musisi menyampaikan sebuah pesan melalui lagu-lagu yang dinyanyikannya. Begitu pun seorang pelukis ingin mengatakan sesuatu dengan goresan warna yang dituangkan di atas kanvas.

Mengapa lukisan? Jawabannya berawal dari pengalaman retret bulan imamat sebagai seorang teologan Serikat Jesus. Kala itu saya sedang merenungkan kisah perjalanan Yesus. Saya melihat lukisan Sieger Köder, seorang imam yang juga pelukis, the Last Supper, yang dipasang di dinding rumah retret. Lukisan tersebut mengusik hati saya. Di dalamnya bukan hanya persahabatan antara Yesus dan murid-Nya yang diangkat, tetapi kalau dilihat lebih jeli pengkhianatan Yudas pun dimunculkan di sana. Dalam mengikuti Yesus ada kalanya saya “lari” dari kehendak-Nya, “lari” dari komunitas, tidak sepenuh hati menjalani perutusan. Dengan kata lain, saya pun pernah berkhianat pada-Nya sama halnya dengan Yudas Iskariot. Ada saat ketika saya lebih mengikuti dorongan ego sempit semata, rasa senang, dan kenikmatan, misalnya.

Terkadang pula, saya sulit mendengarkan apa kata formator. Lukisan ini sungguh mengusik ruang batin saya. Kadang kala bahasa visual, seperti lukisan, mampu membahasakan apa yang sedang kita rasakan. Lewat tulisan ini, saya ingin membagikan pengalaman mengkaji sebuah lukisan dengan memerhatikan simbol simbol di dalamnya.

Melukis Realitas

Menyingkap Makna……

 

 

Selengkapnya di rohani-agustus-2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *