Taruna

Fisika yang Bikin Gereget

Margareta Rosemary (Oce)

 

Guru yang pas-pasan lebih suka menyuruh
Guru yang baik memberikan penjelasan
Guru yang istimewa memberikan peragaan
Guru-guru yang hebat menginspirasi
(William A. Ward)

Aku bersyukur bertemu dengan guru yang hebat. Beliau adalah Pak R.C. Irlan Iriantoro, guru fisika SMA-ku. Pak Irlan mengajar fisika dengan menyenangkan sehingga aku menemukan keasyikan belajar fisika. Kecintaan pada pelajaran fisika membuatku belajar tanpa beban. Hasilnya, aku berhasil meraih nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di SMA Pius Bakti Utama, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah kuresapi sungguh-sungguh, ternyata ada pelajaran hidup yang bisa diambil dari pelajaran fisika. Misalnya, dari hukum III Newton mengenai aksi dan reaksi. Apa pun yang kita lakukan, pasti ada umpan balik yang sama besar mengarah kepada kita. Selengkapnya, inilah kisahku.

Setelah lulus SMP aku belum mendaftar SMA sama sekali karena waktu itu memang berencana masuk SMA negeri. Teman mamaku bercerita bahwa ada sekolah berasrama yang bagus dan dikelola oleh Suster-suster Amal Kasih Darah Mulia (ADM). Masuk asrama, why not? Itulah yang terlintas di pikiranku saat ditawari sekolah di sana. Walaupun aku belum tahu di manakah Bayan, Purworejo itu, aku ikut tes masuk di Yayasan Seraphine Bakti Utama Cengkareng, Jakarta Barat yang letaknya tidak jauh dari SMP-ku.

Aku diterima sekaligus mendapat beasiswa penuh. Aku pun makin mantap untuk sekolah di sana. Apalagi saat melihat asramanya yang rapi dan nyaman ketika survei. Hidup di asrama bukan sekadar cerita kakakku saja, melainkan aku sudah merasakan keseruannya sendiri. Ternyata masuk asrama dan sekolah di SMA Pius Bakti Utama Bayan bukanlah kebetulan, melainkan sebuah panggilan.

Sewaktu naik kelas 11, aku mengambil jurusan IPA, sesuai passion. Fisika merupakan pelajaran yang istimewa bagiku. Ada energi tersendiri yang menggerakkan aku untuk terus belajar fisika dan mencari tahu tanpa diminta. Fisika membuat tangan kakiku panas dingin geregetan saat sedang mengerjakan ulangan harian.

Semua terasa mudah jika kita mencintai. Cinta itu kuncinya. Tanpa diminta belajar pun otomatis aku mencari tahu. Aku sering belajar fisika melalui video YouTube. Di sana ada banyak sekali video mengenai pelajaran fisika maupun kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan ilmu fisika.

Pak Irlan cukup sering mendaftarkanku mengikuti lomba fisika. Aku pernah lolos sampai babak semifinal. Prestasi itu membuat Pak Irlan memberiku tambahan waktu belajar. Aku ikut pelajaran fisika di semua kelas: 10, 11, 12. Setiap ada jadwal guru fisikaku itu mengajar, aku masuk di kelas itu. Ketika Pak Irlan tidak mengajar, ia membimbingku di perpustakaan. Seminggu sebelum lomba itu aku belajar fisika saja. Minggu itu aku merasa senang sekali. Sayangnya, aku gagal melaju ke final. Namun, aku percaya ada hikmah di setiap kegagalan.

Kegagalan itu membuatku sadar kebenaran peribahasa: di atas langit ada……

 

 

Selengkapnya di utusan-agustus-2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *